Oleh: fkirabbani | Agustus 31, 2007

titik 1/4 sempurna

Kolom Rabbaniyyun

Setelah melewati cukup banyak peristiwa, putaran waktu akhirnya mengantarkan kita untuk singgah disini. Ditengah berbagai kesibukan aktivitas kita, kuliah semester pendek untuk memperbaiki nilai, magang dan KKN yang menjadi menu wajib semester ini, kerja untuk menambah uang saku serta rapat-rapat yang selalu ada di tiap minggunya. Tanpa terasa kita telah sampai disini. Karena ritme waktu yang tidak pernah bisa dihentikan, walau sedetikpun, tertapaki jualah titik ini. TITIK 1/4..titik seperempat.

Kita telah sampai di titik 1/4, seperempat tahun dari masa kepengurusan. Berarti, tiga bulan telah berlalu dalam hari-hari kita sejak pertama kali kepengurusan ini dibentuk. Selama itu juga, sebuah amanah besar tertompang dipundak, yang menunggu gerak kita untuk tunaikan seluruh amanah.

Maka perlu rasanya, sedikit memaknai titik seperempat ini, dengan SEMANGAT dan bersahabat. Agar di titik-titik lain yang akan kita lalui, akan menemukan kondisi diri kita yang terus melakukan perbaikan diri.

SEMANGAT

Semangat bukanlah hanya sekedar kata-kata ‘semangat’ saja, yang diucapkan dengan begitu keras dari mulut. Terlalu sempit juga rasanya memaknai semangat dengan keaktifan dan gerak saja. Apalagi mendefinisikannya hanya sebatas kekuatan bekerja dalam waktu yang panjang, sangat sulit untuk bisa dipahami. Sesungguhnya yang dikatakan semangat lebih dari itu semua, lebih dari sekedar kata-kata yang membakar, gerak yang merubah dan energi yang tak kunjung habis.

Kalaulah semangat hanya diartikan sedemikian, maka bahasa apa yang patut kita sematkan di diri Almarhum Syeikh Ahmad Yassin, lelaki tua itu tiadalah memiliki fisik yang kuat, ia duduk di kursi roda, tiada banyak gerak yang dilakukan, begitu lemah. Maka apakah karena kondisi yang seperti itu, ia disebut tidak bersemangat? Salah, ia sangat bersemangat, semangat yang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga mampu terpancar bagi mereka yang berada di sekitarnya.

Karena semangat sesungguhnya adalah pancaran energi ruhiyah, ia berasal dari kumpulan kekuatan yang diperoleh dari penjagaan amal yaumi, dari shalat-shalat malam yang dilakukan, dari ibadah shaum, dhuha, tilawah quran dan ibadah-ibadah lain. Semangat tidak hadir dari tempaan fisik dan kekuatan tangan, salah jika memandangnya dari sudut sana, ia lahir dari jiwa-jiwa yang selalu terpaut ke surga sedang raga berpijak di bumi.

Itulah sejatinya semangat, karakter para perindu surga, orang-orang yang selalu bersegera untuk tunaikan seluruh amanah yang di pikulkan di pundaknya. satu energi yang terhimpun dari kuatnya ruhiyah.

Karena ia bersumber dari energi ruhiyah, tak bisa ia dipisahkan dengan keikhlasan. Hanya orang-orang dengan ruhiyah mantap dan keikhlasan yang tinggilah yang bisa untuk terus semangat. Orang yang ikhlas, dalam kondisi bagaimanapun, ia akan tetap semangat. Tak peduli baginya dilihat ataupun tidak, apa yang harus ia lakukan dilakukannya dengan sebaik mungkin. Tiada aktivitas yang dilakukan untuk sebuah popularitas, ketenaran dan pengharapan atas pujian manusia. Apalagi untuk sekedar menarik simpati lawan jenis, ikhwan atau akhawat.

Maka tidak akan ada kekecewaan dalam diri orang-orang yang bersemangat,karena ia tahu kemana harus patrikan tujuan dari seluruh aktivitasnya. Bukan kepada sesiapa, tapi semua terpatri untuk Allah saja, seluruh orientasi aktivitas dan hidupnya berpusar pada satu orbit; Allah.

Maka di titik seperempat ini, mari takar semangat dan keikhlasan kita. Sudah seberapa besarkah ia berada di dalam diri, sedikitkah, sudah ada atau sama sekali tidak ada. Mari tingkatkan amal yaumi untuk menjadi lebih bersemangat menunaikan seluruh amanah, jaga keikhlasan agar selalu semangat. Sehingga lingkaran semangat inipun terpancar juga ke saudara-saudara yang lain, hingga pusaran kebaikan tidak hanya berputar di dalam lingkaran yang kecil, tetapi beredar dalam lingkaran besar dan dapat dirasakan semua.

Bersahabat

Bersahabat adalah kemampuan untuk lebih banyak memberi tanpa pernah berfikir, apa dan kapan akan menerima imbalan yang lebih besar. Bersahabat intinya adalah keinginan agar sahabatnya bisa menjadi lebih baik, bahkan lebih baik dari dirinya sendiri. Dalam berda’wah ataupun dalam hidup sekalipun, kita harus mampu untuk menjadi sahabat bagi siapapun, menjadikan semuanya begitu dekat dan hati tiada mencipta jarak. Sejatinya kita semua adalah saudara, seluruh mahasiswa muslim universitas andalas adalah satu kesatuan, ada ikatan aqidah yang membuhul kita. Maka tidaklah pantas, jika harus terpisah hanya karena bendera, simbol ataupun logo-logo. Terlalu murah ukhuwah jika harus digadai dengan itu.

Dimulai dari berlapang dada hingga sikap mendahulukan saudara, disanalah ukhuwah yang indah tertata, maka kita ingin indahnya ukhuwah dan islam dapat dirasakan oleh seluruh saudara kita, mahasiswa universitas andalas, tentunya dengan sikap bersahabat kita. Bersahabat artinya memberi lebih banyak dan bukan tuntutan untuk meminta. Rasulullah SAW akan selalu menjadi contoh, bagaimana ia mampu bersahabat, menjadi sahabat terbaik bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya. Yang selalu mengharapkan kebaikan bagi saudara-saudaranya

Maka semua persoalan kembali terpulang kepada kita, jika sudah tahu tentang arti semua kata dan hikmah yang tersembunyi di baliknya, alasan apakah lagi yang menghalangi untuk melaksanakannya. Sudahkah kita cukup bersahabat hingga samapi di titik ini ?

Titik bukanlah selalu akhir,tergantung dari sudut mana kita memandang. Ia adalah pertanda dan awal dari di mulainya kalimat baru. Begitu juga dengan titik seperempat sesungguhnya ia juga bukanlah akhir. Tetapi sekedar jenak istirahat untuk melanjutkan perjalanan dan tugas baru yang lebih berat.

Untuk sampai di titik seperempat ini, tentu telah cukup banyak hitung waktu yang terlewati. Waktu-waktu yang sudah digunakan sebagai sebuah proses pembelajaran. Maka kedepan yang mesti dilakukan, lakukanlah. Lakukan dengan seluruh bisamu, sekuat dayamu, sepenuh semangatmu dan sehangat rasa bersahabatmu. Agar ada perbaikan ditiap titik berikutnya yang akan dilewati..

Lanjutkan perjalanan menuju titik berikutnya dengan SEMANGAT dan bersahabat.

adrian fetriskha
ketum FKI Rabbani 2007-2008
asramaetos.20agus07

 


Tanggapan

  1. Wuah, It’s nice blog!
    Gambarimasho…
    Adios.
    Wassalam

  2. Asw.
    Romel jangan sewot gitu…

  3. ayo semangat


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.